RENUNGKAN....!!!!! Ayah dan Bunda Nabi Muhammad SAW. Bukan Penyembah Berhala

Bagaimana mungkin engkau menyatakan dirimu cinta kepada Rasulullah, sedangkan engkau bernafsu sekali memilih hadis-hadis yang mengkafirkan ayah-bunda beliau? Padahal itu adalah hadis bermasalah. Engkau menafikan al-Quran yang menggolongkan mereka kedalam golongan yang selamat. How dare you!

Hari-hari ini saya benar-benar mual mendengar orang membahas dengan bahagianya bahwa ayah-bunda Nabi SAW. pasti masuk neraka hanya bersandar pada hadis yang tak mutawatir. Yang penting perawinya Bukhari-Muslim pasti merupakan kebenaran. Jadi ukuran kebenaran berpindah dari kevalidan sanad dan matan menjadi asal diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, maka hadis lain bahkan ayat Al-Qur'an, yaitu ayat fatrah, menjadi salah. Atau ini hobby mengkafirkan yang akut, sampai-sampai orang tua Nabi SAW yang mulia saja tak luput dari hobby buruk mereka.

Para ulama berbeda pendapat tentang masalah ibunda dan ayahanda Rasulullah SAW. Pertama adalah kelompok yang berpendapat bahwa siapapun yang mati sebelum Rasul diutus, maka matinya adalah selamat. Ini dikemukakan oleh Al-Suyuthi dan ulama-ulama Al-Syafi-iyyah. Kelompok kedua berpendapat bahwa yang selamat selama masa fatrah (masa ketiadaan seorang Rasul) hanyalah anak-anak. Ini dikemukakan oleh ibnu hazm, ibnu hajar Al-Asqalani, imam Qurtuby, dan Ibnu al-Jauzi.

Imam Nawawi jelas menyampaikan bahwa orang musyrik pada masa fatrah (jahiliyah) adalah yang menyembah berhala. Sedangkan kedua orang tua Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidaklah menyembah berhala. Silahkan baca tulisan tentang bagaimana akhlak kedua orangtua beliau pada berbagai referensi, Demikian juga dengan Ibnu Hajar, beliau pernah berkata yang menyampaikan ucapan Al Kirmaniy bahwa Kabar Aahaad dipakai hanya pada amal perbuatan, bukan pada I’tiqadiyyah (Fathul baari Almasyhur Juz 13 hal 231), termasuk karya-karya Imam Nawawi.

Menurut Fakhruddin Al-Rāzi, ayah dan ibunda Nabi bahkan tak pernah musyrik. Mereka itu seperti halnya Zaid bin Amr bin Nufail dan Waraqah bin Naufal. Dalam kitabnya Asrār Al-Tanzīl Fakhruddin Al-Rāzi berkata bahwa Āzar itu bukan bapaknya Nabiyullah Ibrāhim a.s. Azar itu pamannya Nabi Ibrāhim. Beliau berpegangan pada dalil bahwa sesungguhnya bapak-bapak para Nabi itu bukan orang musyrik. Ini diperkuat oleh Qs. Al-Syuara 220

الذي يراك حين تقوم وتقلبك في الساجدين

Yaitu pada frasa watuqallibuka fi al-sājidiin, yang artinya Allah memindahkan cahaya-Nya dari al-sājid (orang yang bersujud) kepada al-sājid yang lain.

Ayat ini adalah tanda bahwa semua nenek moyang Nabi SAW. adalah muslim. Ini juga diperkuat oleh hadis

لم أزل أنقل من أصلاب الطاهرين إلى أرحام الطاهرات .

Senantiasa aku dipindahkan dari sulbi yang suci kepada rahim yang suci juga.

Ada lagi hadis riwayat Bukhari-Muslim yang berbunyi:

إن أبي وأباك في النار

“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu (badui yang bertanya) di dalam neraka.”

Hadis ini ‘katanya” shahih karena diriwayatkan oleh dua shahih Bukhari Muslim. Tapi hadis ini bukan hadis mutawatir, seperti yang diungkapkan oleh Mahmud al-Zain dalam Minhāj al-Wafā fī Najāti Wālid al-Mushtafā. Hadis yang tak mutawatir itu mengandung prasangka, kejanggalan, dan kesalahan. Berbeda dengan ayat Al-Qur'an. Sedangkan pendapat yang diterima adalah bahwa riwayat hadis ini salah dan syādz. Hadis ini pun bukan penerang ayat fatrah (Kami tidak menyiksa sampai Kami mengutus seorang Rasul).

Imam al-Suyūthi berpendapat dalam al-Hāwiy (2/368) bahwa nenek moyang sebagai jalur silsilah Nabi adalah orang-orang yang beriman. Ini sesuai dengan hadis riwayat Muslim (2276), “Sesungguhnya Allah memilih Kinānah dari anak Ismāil, memilih Quraysh dari Kinānah, dan memilih Quraysh dari Bani Hāsyim.” Kemudian pada hadis (2/370), “Menjadi maklum bahwasannya kekhususan, keterpilihan, dan pilihan itu adalah dari Allah, keutamaan adalah milik-Nya, tak akan mungkin keterpilihan berkumpul dengan kesyirikan.” “Sesungguhnya syirik itu najis.” Maka sangatlah jauh antara kenajisan dan keterpilihan oleh Allah.

Dan ingatlah, bahwa siapapun yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknatnya di dunia dan di akhirat. Bagi mereka disediakan azab yang pedih.

إِنَّ الَّذِينَ يُؤذُونَ اللهَ ,ورَسُولَهُ لَعنَهُمُ اللهُ فِى الدُّنيَا ,الأَخِرَةِ ,أَعَدَّ لَهُم عَذَاباً مُّهِيناً


0 Response to "RENUNGKAN....!!!!! Ayah dan Bunda Nabi Muhammad SAW. Bukan Penyembah Berhala"

Post a Comment